Tampilkan postingan dengan label NTT Berdikari Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTT Berdikari Online. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Program MP3I Ditawarkan Kepada Pemkab Ngada

BAJAWA, FajarBali—Program Masyarakat Peduli Perumahan dan Permukiman Indonesia (MP3I) menawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Ngada. Program tersebut berfokus pada pembangunan perumahan tipe 36 untuk masyarakat tidak mampu, masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat micro daya beli termasuk PNS.
Demikian penjelasan dari Asisten Koordinator Wilayah Bali Nusa Tenggara (Bali Nusra), Arnoldus Yansen Jong kepada wartawan di Kantor Bupati Ngada, Selasa (25/10/2011). Dia mengatakan, program MP3I merupakan program dari Kementerian Perumahan Rakyat untuk membangun perumahan bagi masyarakat. Dana untuk pembangunan rumah tersebut bersumber dari APBN. Perumaha tersebut diperuntukan tiga kategori yakni, masyarakat tidak mampu, masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat micro daya beli termasuk PNS.
Berkaitan dengan pembangunan perumahan tersebut pihak Kementerian Perumahan Rakyat terlebih dahulu memperkenalkan kepada pemerintah kabupaten di wilayah NTT sebelum masuk tahap pelaksanaan. Diantaranya, Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo. Adapun ketentuan dalam membangun perumaha tersebut, diantaranya, lokasi permukiman tersedia dengan infrastruktur listrik, PDAM, dan legaslitas lokasi.
Lokasi yang disiapkan diutamakan daerah yang tidak terlalu jauh dari kota dan pusat pelayanan pemerintah. Jarak antara lokasi perumahan dengan kota atau pusat pelayanan pemerintah diperkirakan setengah jam di tempuh dengan kendaraan dan satu jam ditempuh dengan jalan kaki. Selain itu, lkokasi perumahan tidak terbentur dengan rancangan strategi (renstra) kabupaten.
Jong mengatakan, kemudahan yang diberikan kepada msyarakat dalam program ini antara lain kredit tanpa uang muka dan pihak MP3I siap mendamping selama pelaksanan pekerjaan hingga penyerahan rumah. Untuk kategori masyarakat tidak mampu dengan nilai kredit sebesar 50 juta hanya dikembalikan Rp 25 juta selama masa kredit 10 tahun, sementara kategori masyarakat micro daya beli (PNS) wajib mengembalikan 50 juta selama 10 tahun.
Jong mengatakan, jika pemerintah siap melaksanakan program ini, maka pemerintah Kabupaten Ngada dalam hal ini Bupati bersama Kementeri Perumahan Rakyat langsung menandatangan nota kesepahaman (MoU). Pengurus MP3I mengharapkan pelaksanan program ini bisa dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang. Untuk jumlah bangunan yang hendak dibangun tergantung dari permintaan masyarakat. Namun dalam ketentuan, kementerian perumahan rakyat bersedia membangun maksimal 10.000 unit.
Menurutnya, sistim pekerjaan program ini tegantung kesepakatan antara pemerintah kabupaten dengan kementrian perumahan rakyat yang ditandai dengan MoU. Jika pemerintah sudah menyiapkan tanah, maka pengurus MP3I langsung membeli lahan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan bangunan rumah untuk diberikan kepada masyarakat. Namun jika pemerintah tidak menyediakan lahan, maka Kementerian melalui deputi anggaran menyiapkan dana untuk membeli lahan milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten sebagai mitra kerja.
Jong menambahkan, setiap Kabupaten wajib membentuk kepengurusan yang meliputi, Dinas PU, BPN, BPS, Dinas Kelautan, Dinas Kesehatan, PLN, PDAM, Bappeda, Legislatif dan LSM. (FB/Risdiyanto)

Minggu, 11 Oktober 2009

Bercermin Diri! Berebut Tahta di Tanah Ngada

Bercermin Diri! Berebut Tahta di Tanah Ngada
(Waspadai Politik Hipokrit Menyongsong Pilkada 2010)

Hampir usai kepemimpinan Bupati Yos Nuwa Wea, seiring perjalanan waktu hitam putih kepemimpinannya menjadi celotehan banyak kalangan dan tidak sedikit pula yang memberi apresiasi jempol tentang kebijakan beliau. Menyikapi rekruitment bakal calon bupati dan wakil bupati menjelang pelaksanaan estafet kepemimpinan tentu tidak salah jika banyak kalangan memberi sumbangsih pemikiran agar kaderisasi pemimpin yang handal mampu muncul dan menjadi lokomotif bagi rakyat Ngada. Bersih, jujur dan cerdas tiga pilar kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin walau dimata politisi tiga kata itu bisa dimaknai dengan berbagi arti. Tentu saja jika kita berpijak pada logika yang benar tentu dalam pencapaian permenungan (kontemplasi) politik kita bisa mendapatkan nilai yang positif dalam menyibak kalbu kekuasaan.
Pencitraan beberapa kandidat bupati telah dimulai, dari tipikal maling dalam birokrasi bersolek bak seorang nabi atau pahlawan kesiangan. Sah saja bila ada kalangan yang berujar bahwa manusia tak ada yang sempurna, tetapi tentu saja hal itu jangan menjadi apologia (pembelaan diri yang membabi buta). Tindakan dan ucapan ketidaksempurnaan sebagai calon pemimpin tentu lebih arif disampaikan khalayak sebagai bagian introspeksi politik agar setelah terpilih tidak mengulangi kesalahan yang sama atau lebih membabi buta. Bagi kalangan networking (NGO/LSM) isu kontrak politik mulai digulirkan agar bisa menjadi garansi kepemimpinan yang benar sesuai dengan program yang dijanjikan kepada rakyat. Untuk itu terdapat beberapa tawaran dalam kontrak politik dikalangan networking.
1. Bersedia melaporkan harta kekayaan kepada lembaga yang berwenang (BPKP) atau dan bersedia dipublikasikan kepada mass media.
2. Bersedia melakukan OPEN HOUSE sebulan sekali bagi kalangan LSM/NGO, akademisi dan khalayak umum.
3. Bersedia melakukan reformasi birokrasi secara totalitas, sehingga mampu menghasilkan pemerintah yang bersih (clean government)
4. Menumbuhkan semangat kewirausahaan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan memberikan konsep yang jelas dan siap direlease atau dipublish oleh mass media.
5. Mempunyai wawasan yang jelas tentang konsep pembangunan kabupaten Ngada, tentang apa dan bagaimana kabupaten Ngada kelak akan dibangun.
6. Memiliki visi dan misi melepaskan citra parasitisme birokrasi pemerintah kabupaten terhadap pemerintah pusat agar menumbuhkan kebijakan kreatif yang menguntungkan dalam berbagai dimensi dalam masyarakat Ngada.
7. Bersedia menyelesaikan kasus konflik perbatasan (khususnya masalah sambinasi) secara komprehensif.
8. Mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun Ngada sebagai daerah yang terbuka, jauh dari kesan terisolasi, tertutup dan terbelakang dalam berbagai hal. Untuk itu pemimpin yang ideal memiliki wawasan untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur yang berbasis IT.
9. Tidak sedang menghadapi kasus hukum baik perdata maupun pidana.
10. Calon Bupati harus berwawasan Pluralisme, mengedepankan profesionalisme dan tidak mempunyai background primordialisme yang dapat mengakibatkan konflik vertical maupun horizontal.
Sepuluh petisi ini tentunya menjadi prasyarat yang utama jika memang semua pihak berharap kelak Kabupaten Ngada bisa tampil selangkah lebih maju di mata Rakyat Indonesia. Atau kita memang sudah puas dengan kenyataan yang ada. Bahkan peta Ngada pun tak pernah ada yang tahu. Ironis !
Dalam jaman globalisasi kita harus mampu menjawab tantangan jaman, keberanian dan kesungguhan dalam mengambil kebijakan menjadi factor penentu. Dan tentu saja ini semua akan menjadi catatan sejarah bahwasanya terobosan berbagai elemen masyarakat mampu menyuguhkan perubahan yang signifikan bagi pembangunan kabupaten Ngada ke masa depan. Seorang pemimpin tidak harus selalu terlahir dari kaum birokrat, siapapun dia yang layak dan pantas boleh tampil diatas panggung kekuasaan asal rakyat Ngada menghendakinya.
Berbagai harapan berhembus pada momentum pilkada 2010 akan lahirnya pemimpin yang ideal untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di kabupaten Ngada. Mari kita tunjukkan kepada rakyat Indonesia bahwa pilkada di Ngada bukan sandiwara kekuasaan. Melainkan sebuah proses yang penuh dinamika untuk melahirkan seorang PEMIMPIN. Merebut hati rakyat (to win the heart of the people) sah saja dan bisa dimengerti. Sebab dalam pilkada langsung, pilihan konstituenlah yang akan menentukan kemenangan kandidat. Semoga rakyat Ngada bisa memilih pemimpin yang benar…..

Penulis : Mikael Risdiyanto
Wartawan Warta Nasional / Ketua LSM Cerdas Bangsa Kab.Ngada

Rabu, 29 April 2009

Lulusan Terbaik 3 Besar Polltekes DIV Bidan Pendidik DENPASAR



Nama : Kristina Ota...lahir di Soe,sekarang bertugas di RSUD Ngada, mahasiswa ini menjadi kebanggaan masyarakat Ngada karena berhasil menyabet predikat ke 3 besar wisudawan terbaik asal NTT. Tentu saja ini menjadi contoh bagi para duta tugas belajar dimana tolok ukur prestasi bukan hanya menjadi jago kandang saja tapi mampu berkokok di negeri orang. Inilah semangat yang harus mendapat apresiasi ekstra agar perlahan tapi pasti kita bisa menjadi panutan bagi rakyat NTT untuk mengubah mentalitas jago kandang. Proficiat Saudari-ku Tuhan Bersamamu

Dokumentasi Wisuda Poltekes Negeri - Denpasar